top of page

95% PNS Mau Kerja Tak Dari Kantor, Jokowi Setuju!

Kami setuju dengan kebijakan hybrid working yang disetujui oleh Presiden Jokowi dan melihatnya sebagai langkah yang sangat positif untuk meningkatkan produktivitas dan keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi.

Hybrid working memungkinkan para pekerja untuk memiliki fleksibilitas dalam menjalankan tugas-tugas mereka. Mereka dapat memilih untuk bekerja dari rumah atau dari kantor, tergantung pada kebutuhan proyek dan preferensi pribadi. Dalam beberapa kasus, bekerja dari rumah dapat membantu pekerja lebih fokus dan lebih efektif dalam menyelesaikan tugas mereka, sementara bekerja dari kantor dapat membantu meningkatkan kolaborasi dan koneksi sosial.

Sebagai perusahaan teknologi, PT Kayreach System sangat mendukung kebijakan ini dan siap membantu pemerintah dalam mensukseskan model kerja hybrid. Kami menyediakan berbagai aplikasi untuk bekerja secara remote maupun hybrid seperti Zoom, Microsoft Teams, dan ekosistem perangkat keras lainnya untuk membantu meningkatkan efektivitas dan produktivitas kerja.

Kami percaya bahwa hybrid working tidak hanya memberikan manfaat bagi pekerja, tetapi juga bagi perusahaan dan ekonomi secara keseluruhan. Dengan meningkatkan fleksibilitas dan keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi, hybrid working dapat membantu meningkatkan kesejahteraan karyawan dan meningkatkan kepuasan dan loyalitas mereka terhadap perusahaan. Dalam jangka panjang, hybrid working juga dapat membantu mengurangi biaya operasional perusahaan dan meningkatkan efisiensi dan produktivitas secara keseluruhan.

Kami berharap bahwa lebih banyak perusahaan dan organisasi di Indonesia akan mengadopsi model kerja hybrid dan kami siap membantu mereka dalam proses transisi dan implementasi. Dengan bekerja sama, kita dapat mencapai masa depan yang lebih efisien, produktif, dan seimbang.


Kontak kami PT. Kayreach System untuk informasi lebih lanjut.


Read more at : https://www.cnbcindonesia.com/news/20230306102754-4-419130/95-pns-mau-kerja-tak-dari-kantor-jokowi-setuju








bottom of page