Pengertian Arsitektur Data Center dan Jenis-jenisnya

Penggunaan arsitektur data center untuk sebuah lembaga atau perusahaan kini memegang peran yang semakin penting, meskipun teknologi ini masih asing di telinga kebanyakan masyarakat awam. Bukan hanya perusahaan multinasional dan startup yang bergerak di bidang teknologi, kini lembaga pemerintahan pun mulai beralih dan memanfaatkan data center.


Tapi, apa sebenarnya data center itu? Mengapa arsitektur ini sangat penting? Dan apakah semua perusahaan harus memiliki data center mereka sendiri? Mari kita cari tahu jawabannya bersama dalam artikel berikut ini.

Pengertian Arsitektur Data Center dan Jenis-jenisnya

Apa itu Data Center?

Berdasarkan Wikipedia, data center merupakan sebuah bangunan, ruang dalam bangunan, atau kumpulan ruangan yang digunakan khusus untuk menempatkan sistem komputer berukuran besar dan komponen-komponen pembantunya seperti sistem penyimpanan dan lain-lain.


Komputer-komputer ini bisa membutuhkan tempat lebih dari satu ruangan, bahkan hingga satu gedung penuh. Contohnya di Indonesia, ada gedung data center khusus bernama Gedung Cyber yang berlokasi di Jakarta.


Kumpulan komputer tersebut berisi berbagai macam data milik perusahaan, mulai dari email yang masuk dan keluar, dokumen-dokumen digital, semua data milik pelanggan yang dibutuhkan, dan masih banyak lagi. Jadi bisa dibilang, arsitektur data center ini merupakan pengganti dari gudang tempat menyimpan semua dokumen perusahan.


Karena seluruh data dalam ruangan ini sangat penting untuk sebuah perusahaan, maka arsitektur data center wajib di lengkapi dengan sistem keamanan dari bencana alam. Salah satu yang paling wajib adalah sistem pemadam kebakaran dan semacamnya.

Selain itu, infrastruktur juga wajib dilengkapi dengan sistem power supply cadangan untuk meminimalisir down time dan memastikan seluruh data bisa diakses kapan pun dibutuhkan.

Data center juga membutuhkan tenaga listrik yang sangat besar. Satu gedung data center bisa membutuhkan listrik setara dengan satu kota kecil.

Siapa yang Butuh Data Center?

Saat ini, bisa dibilang semua perusahaan membutuhkan data center sendiri agar bisa bersaing dalam kualitas pelayanan, khususnya perusahaan yang bergerak di bidang pemberian jasa.


Data pelanggan memiliki peran yang sangat penting untuk perusahaan. Oleh karena itu data tersebut bukan hanya harus dijaga seaman mungkin, tapi juga harus bisa diakses dengan cepat kapanpun dibutuhkan.

Arsitektur data center juga memerng peran yang sangat penting untuk lembaga pemerintahan. Jutaan hingga puluhan juta data masyarakat harus bisa disimpan dan dibuka untuk kebutuhan apapun.


Selain itu, fasilitas seperti ini juga dibutuhkan untuk perusahaan-perusahaan seperti:

  • Universitas dan lembaga pendidikan

  • institusi finansial

  • Perusahaan di bidang telekomunikasi

  • Perusahaan retailers

  • Penyedia social network service

Jenis-jenis Data Center

Dikutip dari situs Cisco, ada 4 jenis arsitektur data center yang paling banyak dibangun di dunia, yaitu:

1. Enterprise Data Centers

Enterprise Data Center adalah sebuah infrastruktur yang dibangun oleh perorangan, perusahaan, atau kampus untuk kebutuhan masing-masing. Contohnya data center yang dibangun oleh sebuah kampus dibuat untuk menyimpan seluruh data mahasiswa yang mendaftar dan dokumen-dokumen kampus lainnya.


Jenis data center ini bisa dibuat dalam satu bangunan yang sama dengan tempat perusahaan atau kampus tersebut beroperasi, atau dibangun di sebuah rumah khusus yang tersambung dengan gedung pembuatnya.

2. Managed Service Data Centers

Selanjutnya ada Managed Service Data Center atau dikenal dsebagai data center publik. Jenis arsitektur ini dibuat oleh sebuah perusahaan tertentu, kemudian disewakan ke perusahaan-perusahaan lain yang membutuhkan.


Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, di Indonesia ada Gedung Cyber yang menjadi salah satu pusat data center di Indonesia.

3. Colocation Data Center

Colocation Data Center atau Colocation Center adalah sebuah sistem data center yang mirip dengan Managed Service Data Center. Bedanya, perusahaan penyewa memiliki kendali penuh atas data center yang mereka sewa.


Dikutip dari situs Colohouse, dalam Managed Service Data Center Anda akan membayar bukan hanya untuk infrastruktur tapi juga untuk perawatan komputer-komputer tersebut. Sedangkan dalam Colocation Center, perusahaan bisa mengendalikan, merawat, dan memodifikasi arsitektur sesuka hati sesuai dengan perjanjian.

4. Cloud Data Center

Yang terakhir dan dianggap paling canggih saat ini adalah Cloud Data Center. Sesuai dengan namanya, infrastruktur ini menggunakan sistem cloud sebagai tempat penyimpanan semua data.


Beberapa perusahaan yang sudah menyediakan layanan Cloud Data Center saat ini ada Amazon Web Service, IBM Cloud, dan Microsoft Azure.

Penggunaan Hyper-converged Infrastructure dalam Data Center

Penggunaan Hyper-converged Infrastructure dalam Data Center

Saat ini, arsitektur data center terus berkembang dan jadi semakin canggih agar bisa mengimbangi kebutuhan manusia yang semakin banyak. Itulah mengapa, diciptakan infrastruktur Hyper-converged atau HCI (Hyper-converged Infrastructure).


Dikutip dari situs VMWare, Hyper-converged Infrastructure merupakan sebuah infrastruktur IT yang membuat seluruh elemen hardware dalam data center bisa diakses secara virtual. Sederhananya, inftrastruktur ini bisa memvirtualisasi sebuah komputer atau yang dikenal sebagai virtualized computing.


Teknologi HCI ini dinilai jauh lebih efektif karena bisa membuat seluruh arsitektur data center menjadi satu alat tunggal alias single appliance.

Infrastruktur HCI hanya terdiri dari 2 componen saja, yaitu:

  • Distributed Plane, yaitu komponen yang menjadi inti komputer virtual dengan storage dan networking yang terhubung dan menyimpan seluruh data perusahaan

  • Management Plane, yaitu komponen tempat Anda mengatur seluruh data yang ada di dalam HCI

Dengan menggunakan infrastruktur HCI, perusahaan bisa membuat cloud data center mereka sendiri. Beberapa perusahan juga menggunakan sistem infrastruktur ini untuk membuat hybrid data center, yang penggabungan antara legacy infrastructure atau infrastruktur fisik, dan virtual infrastrcture seperti HCI.

Apa Manfaat dan Kelebihan Hyper-converged Infrastructure?

Sebagai teknologi yang cenderung baru di Indonesia, masih banyak perusahaan yang masih ragu untuk menggunakan infrasturktur ini. Oleh karena itu kami akan jelaskan sebagian kecil dari manfat dan kelebihan HCI dalam arsitektur data center.

1. Biaya yang Jauh Lebih Rendah

Ketika membangun sebuah data center pribadi, dibutuhkan biaya yang cukup mahal serta perencanaan yang matang. Baik dari segi bangunan, komponen-komponen komputer, peralatan keamanan, dan masih banyak lagi.


Hal inilah yang menjadi penghambat perusahaan untuk memulai membuat data center sendiri.


Untungnya masalah seperti ini tidak akan Anda alami jika menggunakan infrastruktur HCI. Sebab infrasturktur ini membutuhkan biaya pembangunan, perawatan, dan pengelolaan yang lebih rendah. Tim yang dibutuhkan untuk mengelola data center juga lebih kecil.

2. Kemanan Data Lebih Terjamin

Sebagai private cloud data center yang digunakan dan dikelola sendiri, Anda tidak perlu takut ada data yang dilihat oleh orang lain selain internal perusahaan.


HCI juga akan mempermudah proses pengembalian data bila terjadi bencana yang mengakibatkan infrastruktur rusak atau tidak bisa diakses sama sekali. Karena hardware dalam infrastruktur ini wujudnya virtual, maka Anda tidak perlu takut ada data yang tidak bisa dikembalikan karena salah satu komponen komputer rusak.

3. Pengoperasian Infrastruktur yang Sudah Otomatis

Salah satu alasan kenapa arsitektur data center biasa membtuhkan biaya yang lebih besar dan tim IT yang lebih banyak adalah karena semua operasinya harus dilakukan secara manual. Tak jarang satu perusahaan harus berurusan dengan banyak vendor hanya untuk mengurus data center ini.


Tetapi Hyper-converd Infrastructure sudah bisa dioperasikan secara automatis dengan memanfaatkan SDDC (Software-defined Data Cener).


Sehingga proses storaging, supporting service, backup, dan scheduling bisa dilakukan dengan melalui sebuah software. Hal ini juga yang menjadi alasan kenapa HCI membutuhkan tim operasional IT yang lebih sedikit.

4. Mudah untuk Diperbesar Kapasitasnya

Semakin berkembang sebuah perusahaan, maka infrastruktur data center yang dibutuhkan juga semakin besar. Sedangkan untuk melakukan ekspansi infrasuktur fisik bukan hanya membutuhkan biaya yang besar, tapi juga waktu yang lama.


Untungnya dengan HCI, proses ekspansi bisa jauh lebih mudah. Virtualisasi komputer sangat membantu dalam mempermudah proses ekspansi data center sebuah perusahaan.

Siapa yang Bisa Membuat Data Center di Indonesia?

Memiliki kendali penuh atas data cender perusahaan sendiri memudahkan Anda untuk memeriksa, input, scheduling, dan melakukan semua kegiatan operasional tanpa harus keluar kantor.


Itulah mengapa Kayreach siap membantu dalam pembuatan arsitektur data center untuk berbagai perusahaan. Kayreach sendiri sudah berpengalaman dalam menangani lembaga dan instansi kelas nasional hingga lembaga pemerintahan.


Infrastruktur data center yang dibuat oleh Kayreach sudah menggunakan teknologi Hyper-converged Infrastructure. Sehingga biayanya lebih murah, pembuatannya lebih cepat, dan ruang yang dibutuhkan lebih kecil.


Seperti itulah penjelasan mengenai arsitektur data center hingga jenis-jenis dan teknologi Hyper-converdged Inrfrastructure. Jika masih ada pertanyaan atau hal yang belum dimengerti masalah data center, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Kayreach kapanpun diinginkan.


Baca juga: Mengenal Unified Communication dan Manfaatnya untuk Perusahaan


6 views0 comments